Bahasa Inggris zaman dahulu yang bisa disebut Bahasa Inggris Kuno mempunyai perbedaan dengan bahasa Inggris zaman sekarang  atau bahasa Inggris modern. Bahasa ini mempunyai banyak  kosa kata dari Jermanik. Selain itu, tata bahasanya mendekati bahasa Jerman dan Latin. Semakin bertambah tahun,  bahasa Inggris Kuno ini mengalami perubahan ke  bahasa Inggris pertengahan. Peristiwa ini terjadi  setelah bangsa Normandia menyerang dan melarang bahasa ini untuk diajarkan di sekolah-sekolah selama 300 tahun.

Bahasa Inggris pada  zaman dahulu digunakan di Inggris dan Skotlandia bagian selatan antara pertengahan  pada abad ke-5 hingga abad ke-8, pada masa ini dikenal dengan Bahasa Inggris Kuno. Asal mula penyebutan bahasa Inggris berawal dari  Anglo-Saxon, Englisc atau Engliscgereord . Bahasa Inggris  merupakan bahasa Jermanik Barat  yang  ada kedekatan dengan dengan bahasa Fris Kuno, bahasa Sakson Kuno dan  mendapat pengaruh yang sangat kuat dari bahasa Norwegia Kuno yang berasal dari grup bahasa Jermanik utara.

Pertama kali bahasa Inggris masuk di Kepulauan Inggris pada tahun 410 melalui invasi Anglo-Saxon. Pada saat itu budaya di kepulauan ini  masih berupa Romano-British. Sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Keltik dan Vulgar Latin Britania (British Vulgar Latin). Setelah fase invasi berakhir,  bahasa Inggris Kuno mulai mendominasi di kepulauan tersebut. Yang perlu kamu  tahu bahwa bahasa Inggris Kuno merupakan dialek Ingvaeonic (North-Sea Germanic) yang tersebar di sekitar Semenanjung Jutland dan selatan Norwegia. Ternyata daerah ini merupakan tempat tinggal bangsa Nordik. Pada masa ini Bahasa Inggris Kuno dipengaruh oleh Old Norse akibat kontak antara Bangsa Nordik dengan Bangsa Anglo-Saxon.

Bahasa Inggris Kuno mempunyai  fitur bahasa yang masih konservatif. Nah, fitur-fitur tersebut adalah lima macam  grammatical cases  (nominatif, akusatif, genitif, datif, dan instrumental), tigamacam grammatical gender (maskulin, feminin, dan netral), dan delapan macam  bentuk kata kerja (infinitive, present indicative, past indicative, present subjunctive, past subjunctive, present participle, past participle, dan imperative). Berikut ini contoh bahasa Inggris Kuno

“Fæder ūre, ðū ðē eart on heofonum,

Sī ðīn nama gehālgod.

Tō becume ðīn rice.

Gewurde ðīn willa

Dari contoh ini  dapat terlihat adanya pengaruh Old Norse terhadap Bahasa Inggris Kuno. Pengaruh ini semakin menguat saat Bangsa Anglo-Saxon mengalami kontak dengan Bangsa Nordik melalui peristiwa Ekspansi Viking.  Seringkali bangsa Viking yang berasal dari Denmark dan Norwegia menginvasi daerah tersebut.  Selain itu, bangsa Nordik juga menerapkan Danelaw (daerah yang menjadi tempat berbaurnya Bangsa Nordik dengan Anglo-Saxon) yang membuat pengaruh Old Norse terhadap Bahasa Inggris Kuno semakin menguat.

Berikut contoh lain dari bahasa Inggris kuno.

Snollygoster (n): “A shrewed, unprincipled person, especially a politician.”

(Orang yang lincah, tidak berprinsip, terutama seorang politikus.)

Contoh: Many consider Chris Christie a snollygoster after the Bridgegate

scandal.

Bahasa Inggris Kuno (Old English) merupakan bahasa yang digunakan oleh bangsa Jermanik  di antara abad ke-5 dan ke-11 Masehi. Daerah yang tinggali kini dikenal Inggris Raya. Meskipun bahasa Inggris Kuno tidak digunakan lagi saat ini  baik secara lisan  dan tulisan.  Namun, beberapa akademisi dan ahli profesional lain seperti sejarawan atau pengarsip mungkin membutuhkan bahasa Inggris Kuno untuk membantu pekerjaannya. Kamu mungkin perlu mempelajari bahasa Inggris kuno untuk memahami dan mengetahui masa lalu. 

Share with: