Untuk yang masih bingung menentukan jurusan tapi merasa bahwa belajar Bahasa Inggris itu adalah minatnya, jurusan Sastra Inggris bisa menjadi salah satu pilihan. Saat ini aku berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta dan mengambil jurusan Sastra Inggris. Selama kuliah, pasti ada saja suka dukanya. Tapi aku merasa lebih banyak rasa suka dan keseruan yang aku temukan di bangku kuliah. Mungkin salah satu faktornya karena aku merasa tidak salah memilih jurusan. The basic reason why I registered as English Literature student is… karena aku paling suka pelajaran Bahasa Inggris sejak SD hihi. Setiap jurusan kuliah pasti punya kelebihan dan keseruan masing-masing, tapi ini lah hal-hal seru yang aku temukan selama menjadi mahasiswi Sastra Inggris.

  1. Bilingual or multilingual

Di era globalisasi yang semakin berkembang, kita harus mengakui bahwa bahasa Inggris adalah bahasa asing yang bisa menghubungkan kita dengan dunia internasional. Guruku di SMK pernah bilang, jika kita ingin membuka jendela dunia, kita harus punya kuncinya, dan salah satu kuncinya itu adalah bahasa Inggris. Sejak kecil, biasanya kita menggunakan bahasa ibu. Ada yang menguasai bahasa Indonesia serta bahasa daerahnya. Seseorang yang bisa menggunakan dua bahasa disebut sebagai bilingual. Namun jika kita menambahkan bahasa Inggris atau bahasa lainnya ke dalam kemampuan berbahasa kita, maka kita bisa dikatakan sebagai multilingual, sebab multilingual berarti seseorang yang bisa menggunakan lebih dari dua bahasa.

Sebagai seorang mahasiswa Sastra Inggris, tentunya dituntut untuk terbiasa berbicara menggunakan bahasa Inggris. Baik di lingkungan perkuliahan maupun di luarnya. Selama pengajaran dalam kelas, mostly dosen menjelaskan dengan bahasa Inggris. Presentasi, esai, dan tugas-tugas lainnya pun diperintahkan untuk memakai bahasa Inggris. Berinteraksi dengan bule bisa jadi salah satu tugasnya nanti hihi, seru kan? Jadi punya teman mancanegara deh hehe. Hal ini memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, baik yang sudah lancar atau yang benar-benar baru mulai belajar Bahasa Inggris. Mengapa? Sebab tumbuhnya habit atau kebiasaan baru dengan menyisipkan bahasa tersebut di setiap harinya. Pembendaharaan kosa kata bahasa Inggris akan bertambah. Bukan hanya itu, pronunciation atau pelafalannya pun tidak jadi asal-asalan lagi. Secara tidak langsung, penggunaan bahasa Inggrisnya bisa lebih terstruktrur dan lebih baik. But still, practice makes perfect ya. Memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa juga akan memberikan kita nilai plus di lingkungan kerja nantil.

  1. Belajar lintas budaya

Bukan hanya belajar bahasanya, di jurusan ini kita juga belajar lintas budaya. Khususnya budaya Indonesia dan budaya Inggris. Selama kuliah aku mendapatkan mata kuliah Pemahaman Lintas Budaya, Manusia dan Kebudayaan Indonesia, serta Manusia dan Kebudayaan Inggris. Ah! Masih ada lagi seperti Pengkajian Budaya, Interaksi Budaya, dan lain-lain. Selain itu, ada juga beberapa seminar internasional yang menghadirkan mahasiswa dari negara-negara lain sebagai pembicaranya untuk memperkenalkan budayanya masing-masing. Karena ketika kita mempelajari suatu bahasa, maka kita juga perlu mempelajari budayanya. Sebagai anak sasing (Sastra Inggris) budaya yang mesti dipelajari pastinya adalah budaya Inggris. Yup, The United Kingdom of Great Britain. Ini adalah hal yang seru, kita jadi tahu budaya orang Inggris  dalam bidang pendidikan, pemerintahan, politik, ekonomi, dan sebagainya seperti apa. Kita juga jadi bisa lebih menghargai perbedaan budaya yang ada, khususnya di negara kita sendiri.

  1. Tugas-tugas yang unik

Bangku kuliah tidak akan terlepas dari tugas-tugas. Sama halnya seperti zaman sekolah, malah perkuliahan terkesan memiliki bobot tugas yang lebih berat. Faktanya tidak selalu seperti itu. Ya, tugas itu selalu ada. Tapi di jurusan sasing ini aku merasa mendapatkan banyak tugas yang variatif dan seru. Baca novel dan nonton film adalah salah satu tugas di jurusan ini. Wah! Seru kan? Tentunya yang hobi membaca dan menonton pasti suka hihi. Bahkan ada dosen yang menargetkan kita untuk membaca sejumlah novel dalam satu semester. Tujuannya apa? Setelah melakukan itu kita pasti disuruh melakukan analisis atau hanya sekedar memberikan review dan retell. Karena  ada banyak mata kuliah yang dipelajari dan tidak hanya fokus dalam bahasa Inggris, tugas-tugas  anak sasing pun menjadi lebih beragam dan unik, contoh tugas lainnya seperti mewawancarai bule, mementaskan drama, membuat event seru, membuat liputan dan video kreatif, mendengarkan dan menyanyikan lagu, membuat soal layaknya seorang guru, dan masih banyak lagi.

  1. Jadi entertainer

Sastra itu seni dalam bahasa. Di jurusan ini, selain mempelajari ilmu bahasa (linguistik), kita juga akan bermain dengan seni. Membacakan puisi atau bahkan musikalisasi puisi, story telling, dan berperan dalam suatu drama, adalah hal-hal yang akrab dengan seorang mahasiswa Sastra Inggris. Tentunya karya yang ditampilkan adalah karya-karya sastra Inggris. Kita dilatih menjadi mahasiswa yang kreatif dan penuh percaya diri. Menari dan menyanyi juga bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan,karena biasanya menjadi unsur pelengkap dalam suatu pementasan. Namun di balik suatu pertunjukan, banyak hal yang juga harus diurus di belakang layar. Kita juga belajar di sini, Bagaimana seorang director mengarahkan suatu show, bagaimana menghasilkan script yang baik dan menarikbagaimana mengatur wardrobe, property, musik, dan lain-lainnya untuk menciptakan pentas yang seru dan memuaskan.

  1. Membuat karya

Prosa (seperti cerpen, cerbung, novel, dll.), puisi, dan drama, adalah tiga unsur dalam sastra. Sebagai mahasiswa Sastra Inggris, selain mempelajari pengkajian tentang ketiganya, kita juga pasti diminta untuk membuatnya. Ya, membuat cerpen, puisi, rasanya bukan hal yang aneh. Ini memberikan kita kesempatan untuk berekspresi, berimajinasi, dan pastinya menghasilkan karya-karya sastra. Karya sastra ini pastinya bisa memberikan rasa kepuasaan tersendiri untuk kita, selain untuk diserahkan pada dosen sebagai syarat pengumpulan nilai, di lain waktu juga mungkin kita bisa lebih mengembangkan skill dan karya yang sudah kita buat itu untuk diterbitkan.

  1. Dianggap kamus berjalan

“Jurusannya Sastra Inggris? Pasti jago bahasa Inggrisnya!”. Ini adalah kalimat yang sering dilontarkan orang-orang pada mahasiswa jurusan Sastra Inggris. Percaya atau tidak, faktanya orang lain akan selalu memberikan cap seperti itu pada kita. Padahal fakta yang lainnya adalah, tidak semua mahasiswa Sastra Inggris bisa dikatakan expert dalam bidangnya. Banyak juga kok mahasiswa jurusan lain yang malah lebih jago bahasa Inggrisnya. Namun terima saja, kita bisa dijadikan sebagai kamus berjalan atau orang yang diminta untuk menerjemahkan bahasa Inggris dimana pun kita berada. Pasti ada deh teman yang kirim pesan BBM hanya untuk bertanya, “Quote ini artinya apa ya?”, atau, “Artiin ini dong buat status gue”, hahaha. Ya begitulah faktanya. Serunya, selain bisa bantu teman atau orang-orang yang memang butuh jasa terjemahan kita, kita juga bisa selalu menambah kosa kata baru. Karena mau tidak mau kita akan sering lihat kamus juga untuk memastikan terjemahannya benar atau tidak. Hmm untung sekarang sudah banyak kamus digital yang disimpan di ponsel, jadi tidak perlu bawa kamus tebal kemana-mana hihi.

  1. Banyaknya prospek kerja

“Jurusan Sastra Inggris? Pasti mau jadi guru ya?”. Pertanyaan ini juga sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan mahasiswa Sastra Inggris. Padahal tidak semua mahasiswa sasing mau mengajar lho, karena merasa public speaking atau kesabarannya dalam mengajar kurang hehe. Ada perbedaan antara jurusan Sastra Inggris dengan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Untuk jurusan Pendidikan mungkin lebih diarahkan sebagai tenaga pengajar bahasa Inggris yang profesional, tapi untuk jurusan sasing sendiri aku rasa lebih flexible. Banyak hal yang didapat selama kuliah, bukan hanya tentang sastra dan bahasanya saja, tapi ada juga mata kuliah public relation atau humas, micro teaching atau yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar, jurnalistik, komunikasi bisnis, kewirausahaan, komputer, matematika & science,  advertising, kepariwisataan, dan lain-lain. Hal ini memberikan banyak prospek kerja untuk mahasiswa jurusan sasing. Kita bisa bebas memilih ingin jadi apa, bisa guru, dosen, penulis, reporter, sekretaris, jurnalis, penerjemah, tour guide, diplomat, dan bahkan berwirausaha sendiri. Masih banyak lagi peluang kerja yang bisa kita dapat dengan menyandang gelar Sarjana Sastra Inggris nantinya.

Well, jika kamu ingin menjadi literature student, semoga hal-hal di atas bisa menjadi informasi yang bermanfaat ya. Di mana pun kamu berkuliah, apa pun jurusanmu, just give your best.

 

Share with:


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *
You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>